China Ngaku Rela Bagi Pengembangan Senjata ke Negara Cinta Damai Usai Rencana Belanja Pesawat J-10 Indonesia Jadi Ramai
![]() |
| China Ngaku Rela Bagi Pengembangan Senjata ke Negara Cinta Damai Usai Rencana Belanja Pesawat J-10 Indonesia Jadi Ramai (CCTV) |
TIMEMOMENTS.COM- Indonesia menjadi sorotan dunia, kala pesawat buatan China, J-10 dikabarkan sempat dilirik Indonesia.
Pada bulan September tahun 2025 lalu, Kepala Biro Humas Setjen Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang mengatakan pesawat tempur Chengdu J-10 buatan China yang ingin dibeli Kemenhan, masih dikaji oleh TNI AU.
"Sementara untuk yang J-10 itu memang menjadi pengkajian TNI AU, kita ingin platform-platform alutsista yang terbaik," kata Frega saat ditemui di kantor Kemenhan, Jakarta Pusat, Kamis (18/9).
Proses pengkajian tersebut dilakukan untuk memastikan pembelian pesawat tempur J-10 tepat untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia.
Frega juga memastikan Kemenhan belum membahas nila anggaran yang akan dikeluarkan pemerintah untuk membeli pesawat tempur asal Negeri Tirai Bambu tersebut.
Kabar rencana pembelian jet tempur J-10 makin menyeruak kala Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyebutkan pesawat tempur Chengdu J-10 buatan China akan segera dibeli NKRI.
"Sebentar lagi terbang di Jakarta," ujar Sjafrie seperti dikutip Timemoments.com dari Antara edisi 15 Oktober 2025.
Namun demikian, Sjafrie tidak mengungkapkan lebih lanjut detail waktu pembelian maupun penerbangan jet tempur tersebut.
Indonesia Dikabarkan Bakal Dapat Pesawat Bekas
Media Amerika Serikat, Military Watch Magazine edisi 5 Juni 2025 lalu mengungkap Indonesia kemungkinan akan mendapatkan pesawat J-10 yang dipensiunkan oleh Tantara China.
"Sejumlah sumber melaporkan bahwa Kementerian Pertahanan tertarik untuk membeli pesawat tempur bekas, meskipun Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) belum memensiunkan satu pun J-10-nya, sehingga hal ini mengharuskan pesawat tersebut dipensiunkan dari unit-unit garis depan.
Kemungkinan Cina memensiunkan pesawat tempur J-10A yang lebih tua lebih awal untuk menyediakannya bagi klien asing yang penting secara strategis tetapi kekurangan uang telah menjadi spekulasi para analis di masa lalu, meskipun modernisasi pesawat tempur ini baru-baru ini dengan avionik tingkat 'generasi 4+' yang disempurnakan berdasarkan J-10C yang mutakhir dapat menyebabkan Angkatan Udara PLA kurang bersedia berpisah dengan para pejuang tersebut.
Dengan armada J-10A yang sekarang telah dimodernisasi, biaya mereka sekarang kemungkinan akan jauh lebih tinggi, meskipun masih jauh lebih murah daripada pengadaan pesawat tempur J-10C baru.
Kemungkinan juga tetap bahwa Angkatan Udara Indonesia akan memperoleh pesawat tempur J-10C modern bekas, yang dapat memungkinkan mereka untuk dikirimkan lebih cepat setelah modifikasi dilakukan, dan dengan biaya yang sedikit lebih rendah daripada pengadaan pesawat yang baru dibangun.
Namun, pengadaan pesawat tempur yang baru dibangun juga tetap menjadi kemungkinan yang nyata," terang Military Watch Magazine seperti dikutip Timemoments.com.
China Anggap Indonesia Negara Cinta Damai, Pasca Kabar Rencana Pembelian J-10
Setelah ramai kabar rencana pembelian jet tempur J-10 oleh Indonesia, negeri tirai bambu rupanya merespon dengan baik.
Pada konferensi pers rutin Kementerian Pertahanan Nasional pada tanggal 30 Oktober 2025, seorang reporter bertanya tentang rencana Indonesia untuk membeli jet tempur J-10 China.
Menanggapi hal tersebut, Zhang Xiaogang, juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok, menyatakan bahwa Tiongkok selalu bersikap bijaksana dan bertanggung jawab terhadap ekspor militer.
"Tiongkok bersedia berbagi pencapaian baru dalam pengembangan peralatan dengan negara-negara yang cinta damai dan bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas internasional dan regional," lapor Xinhuanet edisi 31 Oktober 2025 seperti dikutip Timemoments.com.
![]() |
| China Ngaku Rela Bagi Pengembangan Senjata ke Negara Cinta Damai Usai Rencana Belanja Pesawat J-10 Indonesia Jadi Ramai (CCTV) |
Keputusan Akhir Pembelian J-10 Belum Dibuat
Meski telah membuat gempar, namun Menhan Sjafrie Sjamsoeddin kembali menjadi sorotan kala mengungkap jika keputusan akhir pembelian pesawat J-10 China oleh Indonesia belum dibuat.
Menurut laporan dari Nikkei Asia, Bloomberg, dan media lainnya, ketika ditanya tentang pembelian jet tempur J-10 pada konferensi keamanan regional di Kuala Lumpur pada 31 Oktober 2025, Menteri Pertahanan Indonesia Shafri menyatakan bahwa belum ada keputusan akhir yang dibuat.
Sjafrie mengatakan, "Ini belum selesai; kami sedang mengamati situasinya".
Ia menekankan bahwa Indonesia terbuka untuk membeli produk berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, dan menambahkan, "Kami masih mempertimbangkannya.
***


Posting Komentar untuk "China Ngaku Rela Bagi Pengembangan Senjata ke Negara Cinta Damai Usai Rencana Belanja Pesawat J-10 Indonesia Jadi Ramai"