Daftar Pembelian Alutsista Sengaja Dibocorkan Membuat China Kebingungan Tebak Strategi Militer Indonesia
TIMEMOMENTS.COM - Para petinggi militer China masih mempercayai kata pepatah yakni 'mengelabui langit dan menyeberangi lautan'
Arti dari kata ini ialah lawan selalu mencapai tujuan dengan menyembunyikan motif yang sebenarnya di balik aktivitas rutin yang selama ini selalu nampak di depan mata.
Sehingga tak menyadari bahwa lawan atau pihak lain tengah mendekatkan bahaya kepada kita.
Kalimat di atas berasal dari buku The Art of War karya Sun Tzu yang termasuk dalam 36 Strategi, Sanshiliu Ji, yang sampai sekarang terus dipelajari dan dipraktekan oleh hampir seluruh angkatan bersenjata di dunia termasuk Indonesia.
Baca Juga : Tiga Alutsista Berdaya Gentar Tinggi dari China yang Bisa Dibeli Indonesia Selain J-10
Inggris pada Perang Dunia II mempraktekkan 36 strategi Sun Tzu ini.
Bagaimana mereka menyuapi dinas intelijen Jerman dengan informasi palsu seperti kata Sun Tzu di atas untuk melancarkan operasi Overlord.
Yang ada bukan berarti nampak namun yang tak ada bukan berarti hilang atau bias.
Modernisasi Angkatan Bersenjata Indonesia
Angkatan bersenjata Indonesia sedang melakukan modernisasi secara bertahap.
Saat ini pemerintah Indonesia tengah menyiapkan rencana Optimum Essential Force (OEF) sebagai tonggak pemenuhan kapabilitas tempur militer secara maksimum.
OEF menggantikan Minimum Essential Force (MEF) yang tak tercapai target 100 persen di tiga tahapnya.
Untuk itu OEF diperlukan, tak ada kata minimum yang ada maksimum sekarang.
Perubahan rencana mengharuskan pemerintah Indonesia memboost pengadaan alutsista.
Jadi jangan heran mendadak daftar alutsista segambreng diperlihatkan.
Itu bukan ajang pamer tapi memang kebutuhan angkatan bersenjata Indonesia sangat banyak mengingat luas wilayah yang dipertahankan.
Misalnya pengadaan total 180 jet tempur baru, bagi negara semisal Malaysia itu jumlah amat banyak.
Tapi bagi Indonesia jumlah ideal yang bahkan bisa ditingkatkan sesuai potensi ancaman.
Sekali lagi luas wilayah yang dipertahankan mengharuskan angkatan bersenjata Indonesia mesti besar nan kuat.
Tak ada lagi kata ramping efektif.
Kebutuhan yang sudah diungkap ialah penambahan tujuh unit fregat dan 42 unit jet tempur baru.
Nantinya masih ada yang lain serta mengejutkan dalam artian positif atau negatif.
Calonnya ialah Type 053H3 dan J-10, tak menggembirakan.
Perihal J-10 masih akan ditinjau ulang dan memang baiknya jangan.
Menambah jumlah Rafale lebih bijak dibanding membeli Vigorous Dragon.
Soal fregat tentu berkata tidak bagi Type 053H3, ia kapal perang usang, PLAN China bahkan mengeluarkannya dari jajaran armada tempur utama.
Bukan tanpa alasan dikeluarkan karena memang sudah obsolete.
Ingat, penambahan jumlah alutsista mesti dibarengi kualitas itu sendiri bukan asal tambah saja.
Sengaja Dibocorkan
Daftar pengadaan alutsista Indonesia yang seabrek itu membuat beberapa media dan netizen keheranan.
Bahkan pemerintah Indonesia membeberkan hal itu di salah satu stasiun televisi swasta nasional.
Rupanya hal ini diamati oleh media-media luar negeri termasuk dari China.
Salah satu media daring China, 163.com dalam artikelnya berjudul 'In addition to the J-10 fighter jet, Indonesia also plans to purchase various other Chinese naval weapons' pada 8 November 2025 memandang hal ini sebuah kesengajaan.
Mereka bingung menebak strategi dan langkah apa yang tengah dimainkan Indonesia.
Hipotesis yang mereka dapat Indonesia tengah cek ombak sejauh mana produsen alutsista mau menerima segala permintaan negeri ini jika membeli alutsista darinya.
"Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa bagan pengadaan tersebut diungkap oleh media saat wawancara.
Hal ini dapat dianggap sebagai kebocoran yang disengaja dari pihak Indonesia, sebagai cara untuk menguji situasi dan mempersiapkan negosiasi pengadaan selanjutnya," jelasnya.
Mungkin produsen persenjataan baik dari China dan negara lain mesti memahami lebih dalam cara bermain Indonesia bila ingin membeli alutsista, tanpa syarat HAM, ada transfer teknologi penting dan offset menguntungkan bagi industri pertahanan dalam negerinya.*
Arti dari kata ini ialah lawan selalu mencapai tujuan dengan menyembunyikan motif yang sebenarnya di balik aktivitas rutin yang selama ini selalu nampak di depan mata.
Sehingga tak menyadari bahwa lawan atau pihak lain tengah mendekatkan bahaya kepada kita.
Kalimat di atas berasal dari buku The Art of War karya Sun Tzu yang termasuk dalam 36 Strategi, Sanshiliu Ji, yang sampai sekarang terus dipelajari dan dipraktekan oleh hampir seluruh angkatan bersenjata di dunia termasuk Indonesia.
Baca Juga : Tiga Alutsista Berdaya Gentar Tinggi dari China yang Bisa Dibeli Indonesia Selain J-10
Inggris pada Perang Dunia II mempraktekkan 36 strategi Sun Tzu ini.
Bagaimana mereka menyuapi dinas intelijen Jerman dengan informasi palsu seperti kata Sun Tzu di atas untuk melancarkan operasi Overlord.
Yang ada bukan berarti nampak namun yang tak ada bukan berarti hilang atau bias.
Modernisasi Angkatan Bersenjata Indonesia
Angkatan bersenjata Indonesia sedang melakukan modernisasi secara bertahap.
Saat ini pemerintah Indonesia tengah menyiapkan rencana Optimum Essential Force (OEF) sebagai tonggak pemenuhan kapabilitas tempur militer secara maksimum.
OEF menggantikan Minimum Essential Force (MEF) yang tak tercapai target 100 persen di tiga tahapnya.
Untuk itu OEF diperlukan, tak ada kata minimum yang ada maksimum sekarang.
Perubahan rencana mengharuskan pemerintah Indonesia memboost pengadaan alutsista.
Jadi jangan heran mendadak daftar alutsista segambreng diperlihatkan.
Itu bukan ajang pamer tapi memang kebutuhan angkatan bersenjata Indonesia sangat banyak mengingat luas wilayah yang dipertahankan.
Misalnya pengadaan total 180 jet tempur baru, bagi negara semisal Malaysia itu jumlah amat banyak.
Tapi bagi Indonesia jumlah ideal yang bahkan bisa ditingkatkan sesuai potensi ancaman.
Sekali lagi luas wilayah yang dipertahankan mengharuskan angkatan bersenjata Indonesia mesti besar nan kuat.
Tak ada lagi kata ramping efektif.
Kebutuhan yang sudah diungkap ialah penambahan tujuh unit fregat dan 42 unit jet tempur baru.
Nantinya masih ada yang lain serta mengejutkan dalam artian positif atau negatif.
![]() |
| Penambahan F-15 Eagle II atau Rafale lebih masuk akal (foto : USAF) |
Calonnya ialah Type 053H3 dan J-10, tak menggembirakan.
Perihal J-10 masih akan ditinjau ulang dan memang baiknya jangan.
Menambah jumlah Rafale lebih bijak dibanding membeli Vigorous Dragon.
Soal fregat tentu berkata tidak bagi Type 053H3, ia kapal perang usang, PLAN China bahkan mengeluarkannya dari jajaran armada tempur utama.
Bukan tanpa alasan dikeluarkan karena memang sudah obsolete.
Ingat, penambahan jumlah alutsista mesti dibarengi kualitas itu sendiri bukan asal tambah saja.
Sengaja Dibocorkan
Daftar pengadaan alutsista Indonesia yang seabrek itu membuat beberapa media dan netizen keheranan.
Bahkan pemerintah Indonesia membeberkan hal itu di salah satu stasiun televisi swasta nasional.
Rupanya hal ini diamati oleh media-media luar negeri termasuk dari China.
Salah satu media daring China, 163.com dalam artikelnya berjudul 'In addition to the J-10 fighter jet, Indonesia also plans to purchase various other Chinese naval weapons' pada 8 November 2025 memandang hal ini sebuah kesengajaan.
Mereka bingung menebak strategi dan langkah apa yang tengah dimainkan Indonesia.
Hipotesis yang mereka dapat Indonesia tengah cek ombak sejauh mana produsen alutsista mau menerima segala permintaan negeri ini jika membeli alutsista darinya.
"Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa bagan pengadaan tersebut diungkap oleh media saat wawancara.
Hal ini dapat dianggap sebagai kebocoran yang disengaja dari pihak Indonesia, sebagai cara untuk menguji situasi dan mempersiapkan negosiasi pengadaan selanjutnya," jelasnya.
Mungkin produsen persenjataan baik dari China dan negara lain mesti memahami lebih dalam cara bermain Indonesia bila ingin membeli alutsista, tanpa syarat HAM, ada transfer teknologi penting dan offset menguntungkan bagi industri pertahanan dalam negerinya.*


Posting Komentar untuk "Daftar Pembelian Alutsista Sengaja Dibocorkan Membuat China Kebingungan Tebak Strategi Militer Indonesia"