Dubes AS untuk PBB Sebut Pasukan Perdamaian Indonesia Pemberani Siap Amankan Gaza

Pasukan Perdamaian Indonesia di misi UNIFIL (foto : UN Peacekeeping)


TIMEMOMENTS.COM - Sejak Oktober 2025 lalu, Presiden Indonesia Prabowo Subianto memerintahkan TNI untuk menyiapkan pasukan perdamaian guna diberangkatan ke Gaza.

Nantinya pasukan perdamaian ini bekerja di bawah bendera PBB dalam misi kemanusiaan AS untuk Palestina.

Presiden Prabowo mengatakan bahwa Indonesia siap mengirim 20.000 personel pasukan perdamaian ke daerah konflik tersebut.

Pengiriman ini termasuk mengejawantahkan amanat UUD 1945 yakni ikut menjaga perdamaian dunia.

Baca Juga : Media China Ungkap Ambisi Internasional Indonesia Kirim Pasukan ke Timur Tengah

Resolusi perdamaian untuk Gaza segera dilaksanakan dengan gabungan pasukan perdamaian dari berbagai negara.

Koalisi Perdamaian


Biasanya AS membentuk pasukan koalisi untuk menyerang sebuah negara, kali ini beda.

Washington bermodal Resolusi PBB akan membentuk pasukan koalisi perdamaian beranggotakan banyak negara.

Beberapa calon pasukan koalisi ialah Qatar, Arab Saudi, UEA, Yordania, Turki, Pakistan dan Indonesia.

Presiden AS Donald Trump juga mengindikasikan segera berbicara dengan pemerintah Israel agar menerima pasukan perdamaian ini beroperasi di Gaza.

Dengan tekanan AS dan PBB nampaknya Israel dapat membuka pintu itu.

"Resolusi ini, rekan-rekan, bukan sekadar janji di atas kertas; melainkan sebuah penyelamat.

Resolusi ini mendukung gencatan senjata yang telah diraih dengan susah payah," jelas Duta Besar (Dubes) AS untuk PBB Mike Waltz dalam suratnya pada 17 November 2025 dikutip dari usun.usmission.gov.

Menurut Waltz, tugas pasukan koalisi perdamaian yang disebut International Stabilization Force ialah meredam konflik bersenjata di Gaza, melatih pasukan keamanan nasional Palestina serta memulihkan kehidupan masyarakat di sana.

Pasukan Perdamaian Indonesia Pemberani

Selain itu Waltz menyebut pasukan perdamaian yang segera terjun ke Gaza pemberani.

Sebab tugas mereka berat karena ikut mengawal demiliterisasi serta mengamankan Gaza.

Dubes AS untuk PBB Mike Waltz (foto : White House)

Ujungnya ialah membantu pembentukan negara Palestina merdeka.

"Resolusi tersebut memberi wewenang kepada Pasukan Stabilisasi Internasional koalisi pasukan penjaga perdamaian yang kuat, banyak di antaranya berasal dari negara-negara mayoritas Muslim seperti Indonesia, Azerbaijan, dan lainnya untuk dikerahkan di bawah komando terpadu.

Para pemberani ini akan mengamankan jalan-jalan Gaza, mengawasi demiliterisasi, melindungi warga sipil, dan mengawal bantuan melalui koridor-koridor aman, sementara Israel mengurangi kehadirannya dan pasukan polisi Palestina yang telah diseleksi ketat mengambil peran baru," tulis Waltz.

Adalah sebuah kewajiban bagi Indonesia menjaga perdamaian dunia, kali ini amanat UUD 1945 berbicara di kancah global.*

Seto Ajinugroho
Seto Ajinugroho adalah seorang Wartawan yang berkecimpung di dunia Jurnalisme terutama menggeluti tentang informasi perkembangan teknologi pertahanan nasional dan internasional

Posting Komentar untuk "Dubes AS untuk PBB Sebut Pasukan Perdamaian Indonesia Pemberani Siap Amankan Gaza"