Indonesia Bentuk Brigade Operasi Khusus Guna Hadapi Ancaman Perang
![]() |
| Ilustrasi Brigade Operasi Khusus Indonesia (foto : 8th US Army) |
Satuan ini nantinya berfungsi sebagai kekuatan strategis dioperasikan untuk mengeliminasi sasaran yang dinilai tinggi.
Untuk membentuk satuan seperti ini diperlukan berbagai kebutuhan yang cukup modern.
Misalnya penggunaan persenjataan premium, seperti rifle terbaru, Night Vision Googles hingga drone intai-tempur guna mendukung operasi di lapangan.
Baca Juga : Mengenal 1st Airborne Brigade Seiei Muhi yang Dikirim JGSDF ke Garuda Shield 2025
Karena di peperangan modern menuntut berbagai misi yang tak biasa.
USSOCOM
Bila menilik satuan operasi khusus di dunia maka United States Special Operation Command (USSOCOM) bisa jadi rujukkan.
US Armed Force sudah membentuk SOCOM sejak 16 April 1987 yang menggabungkan berbagai satuan elite AD, AL, AU dan Marinir.
Komando khusus ini bergerak di bawah Departemen Pertahanan AS dan markasnya berada di AFB MacDill, Tampa, Florida.
Terbentuknya SOCOM gegara kegagalan penyelamatan sandera Kedubes AS di Irn dalam operasi Eagle Claw tahun 1980.
Kegagalan itu karena tak maksimalnya komunikasi, koordinasi serta kendali dari pusat komando dengan pasukan di lapangan.
Apalagi Eagle Claw melibatkan banyak satuan tempur AS yang sebelumnya tak pernah bekerja sama dalam operasi militer modern.
Dari sini SOCOM dibentuk dengan kekuatan personel sangat banyak, 70.000 prajurit.
Jumlah sebanyak itu karena SOCOM beroperasi hampir di setiap palagan perang yang melibatkan AS di dalamnya.
Bayangkan saja mereka menjadi pasukan garis depan di Invasi Panama, Perang Teluk, Pertempuran Mogadishu, Perang Irak, Afghanistan hingga operasi Inherent Resolve.
![]() |
| USSOCOM dari 1st Special Forces Group berlatih dengan pasukan Indonesia (foto : US Army) |
Statusnya sebagai unit operasi khusus menuntut SOCOM bereaksi cepat menanggulangi ancaman.
Markasnya yang berada di area bandara disengaja karena operasi mereka tak jauh-jauh menggunakan helikopter atau pesawat militer sayap tetap melancarkan serangan lintas udara.
USSOCOM sendiri terdiri dari beberapa unit tempur misal dalam Joint Special Operations Command (JSOC) yang berunsurkan 1st Special Forces Command, 1st Special Forces Operational Detachment-Delta, 75th Ranger Regiment, Army Special Operations Aviation Command dan unit pelatihan John F. Kennedy Special Warfare Center and School.
JSOC juga bisa diisi oleh pasukan Sekutu misal dari SAS Inggris yang sering melakukan operasi khusus gabungan.
SOCOM Ala Indonesia
Militer Indonesia juga membentuk SOCOM ala mereka sendiri.
Seperti dijelaskan di atas yakni Brigade Operasi Khusus yang kekuatannya terus ditambah sebagai wujud kesiapan operasional menghadapi ancaman yang mengarah ke NKRI.
Media asing military.people.com pada 1 September 2025 dalam artikel berjudul 'Indonesia launches new phase of military reorganization' menjelaskan brigade ini sangat penting bagi Indonesia menghadapi adanya ancaman perang.
"Brigade Operasi Khusus Indonesia akan dibentuk dengan menggabungkan dan mereorganisasi brigade-brigade udara dan operasi khusus yang ada, serta menggabungkan pasukan elit dari satuan tempur lainnya.
Brigade ini akan dikomandoi langsung oleh Komando Angkatan Darat dan akan menjadi kekuatan strategis di medan perang masa depan," jelasnya.
Harapannya Brigade Operasi Khusus Indonesia menjadi elemen penting menjaga kedaulatan bangsa dan negara.*


Posting Komentar untuk "Indonesia Bentuk Brigade Operasi Khusus Guna Hadapi Ancaman Perang "