Aksi Berani Kapal Selam Indonesia Pamer Kekuatan di Depan Pangkalan Armada Ketujuh US Navy Okinawa

TIMEMOMENTS.COM - Bagi yang belum tahu, US Navy mempunyai beberapa armada perang yang tersebar di berbagai penjuru dunia.

Jumlahnya ada tujuh, yakni Armada 2nd Fleet hingga 10th Fleet.

Yang terbesar ialah Armada Ketujuh, 7th Fleet bermarkas besar di Yokosuka, Jepang.

Markas utama mereka di sana karena kekalahan Kekaisaran Jepang dalam perang Pasifik 1945 dan secara teori Yokokusa hingga Okinawa di bawah kontrol pemerintah AS.

Baca Juga : Operasi Kangguru, Patroli Tempur Kapal Selam Indonesia Merangsek Hingga ke Pesisir Australia Barat

Armada ini mempunyai tanggung jawab mengamankan kepentingan pemerintah AS di Samudera Hindia dan Asia Pasifik.

Bisa dibilang mereka kekuatan pemukul utama AS bila pecah perang di wilayah tersebut.

Armada Ketujuh dibentuk pada 15 Maret 1943 di Brisbane, Australia.

Pembentukannya sengaja dilakukan guna menghadapi Perang Dunia II khusus di wilayah Pasifik.

Setelah gelaran itu selesai, Naval Station US Navy di Norfolk, Virginia memerintahkan armada ketujuh mendirikan pangkalan utamanya di Yokosuka.

Hal ini bertujuan memenangkan pengaruh hegemoni di Asia Pasifik karena ancaman blok Timur di Semenanjung Korea, Vladivostok, Vietnam Utara dan Indonesia di era Perang Dingin.

Tulang Punggung Sekutu

Boleh dibilang Armada Ketujuh merupakan tulang punggung kekuatan tempur Sekutu di dunia saat ini.

Mengutip dari c7f.navy.mil pada 17 Desember 2025, mereka dilengkapi dengan 140 unit pesawat tempur, 20.000 pelaut, 70 kapal perang permukaan termasuk Cruiser Ticonderoga class lalu destroyer Arleigh Burke class dan 12 unit kapal selam nuklir.

Belum alutsista lain seperti rudal jelajah serang darat Tomahawk hingga rudal balistik nuklir yang terpasang di kapal selamnya.


US Navy juga menambahkan dua kapal induk ke sana, membuat armada itu terkuat dibanding yang lain.

Kekuatan tempurnya dibagi ke Naval Facilities Okinawa yang langsung menghadap ke Taiwan dan China, posisinya strategis.

Unjuk Kekuatan Kapal Selam Indonesia

Ada kisah menarik bagaimana Armada Ketujuh mendapati aksi kapal selam Indonesia dihadapan mereka sendiri.

Pada 8 Agustus 1959 armada Pasifik Uni Soviet di Vladivostok menerima perintah resmi dari Stavka untuk melayarkan dua kapal selam bernomor lambung S-79 dan S-91 ke Timur Jauh.

Para awak AL Soviet diberitahu kapal selam Whiskey class tersebut sudah dimiliki oleh ALRI dan mereka bertugas mengirimnya selamat sampai tujuan.

Selain personel Soviet, ada awak kapal selam Indonesia yakni Mayor J.Koesno dan Mayor R.P. Poernomo yang nantinya menjadi komandan RI Tjakra dan RI Nanggala.

RI Tjakra (foto : ALRI)

Mengutip buku Тайные войны СССР atau dalam bahasa Indonesianya 'Perang Rahasia Uni Sovyet) pada 25 Agustus 1959 dua kapal selam itu sudah sampai di laut Jawa.

Rupanya ketika memasuki laut Jawa terlihat pesawat P-2 Neptune milik US Navy mengintai S-79 dan S-91.

Maju pada 30 Oktober 1961, empat kapal selam Indonesia dikirim lagi dari Vladivostok.

Ketika berlayar di kepulauan Okinawa, Armada Ketujuh US Navy mengirimkan pesawat pengintainya memata-matai rombongan kapal selam Indonesia.

"Mereka melakukan penintaian bahkan sampai rombongan kapal selam Whiskey memasuki Selat Makassar," jelas dosen sejarawan Uni Soviet, Alexander Okorokov di buku tersebut.

Menurut catatan US Navy di periode terjadinya Trikora Dwikora, baru kali ini mereka melihat keberanian kapal selam Indonesia mempersiapkan diri menghadapi perang terbuka.*

Seto Ajinugroho
Seto Ajinugroho adalah seorang Wartawan yang berkecimpung di dunia Jurnalisme terutama menggeluti tentang informasi perkembangan teknologi pertahanan nasional dan internasional

Posting Komentar untuk " Aksi Berani Kapal Selam Indonesia Pamer Kekuatan di Depan Pangkalan Armada Ketujuh US Navy Okinawa"