Fatal! PLA China Bawa Kapal Perusak Tipe 052DL Paling Mematikan Tapi Klaim Kawal Kapal dari Indonesia yang Sudah 15 Tahun Karam
![]() |
| Fatal! PLA China Bawa Kapal Perusak Tipe 052DL Paling Mematikan Tapi Klaim Kawal Kapal dari Indonesia yang Sudah 15 Tahun Karam (Military China) |
TIMEMOMENTS.COM- Gugus Tempur People Liberation Army Navy (PLAN) rupanya tak cuma mengerahkan kapal perang di perairan Tiongkok saja, tapi China sampai melakukan pengerahan di luar negaranya.
Salah satunya yang terbaru saat Satgas 989 Angkatan Laut PLA Tiongkok Tiba di Indonesia untuk Kunjungan PersahabatanPada 7 Desember.
Angkatan Laut Tiongkok lewat unggahan akun X miliknya pada 8 Desember 2025 mengaku Satgas 989 Angkatan Laut PLA Tiongkok tiba di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Indonesia, dalam misi pelatihan komprehensif laut jauh.
"(Satgas 989 Angkatan Laut PLA Tiongkok Tiba di Indonesia untuk Kunjungan Persahabatan) Pada 7 Desember waktu setempat, Satgas 989 Angkatan Laut PLA Tiongkok tiba di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Indonesia, dalam misi pelatihan komprehensif laut jauh, memulai kunjungan persahabatan selama empat hari.
Kunjungan ini menandai kunjun
gan pertama Kapal Perang PLAN Changbaishan dan 'Xiangqianjin 1' Tiongkok ke Indonesia, dan kunjungan keempat Kapal Perang PLAN Zheng He ke Indonesia," terang China Navy dalam unggahan akun X miliknya.
Kedatangan armada gugus tempur China ini dilaporkan Kementerian Pertahanan Tiongkok disambut hangat lebih dari 400 orang.
"Pada pagi hari waktu setempat, armada ke-989 Angkatan Laut Tiongkok perlahan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok.
Mahasiswa dari Universitas Teknik Angkatan Laut dan Universitas Penerbangan Angkatan Laut berbaris di geladak, melambaikan tangan kepada kerumunan yang menyambut. Lebih dari 400 orang, termasuk staf dari Misi Tiongkok untuk ASEAN, staf dari Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, perwakilan mahasiswa internasional, perwakilan warga Tionghoa perantauan setempat, dan perwakilan perwira dan prajurit angkatan laut Indonesia, hadir di dermaga untuk menyambut mereka.
Kunjungan ini menandai kunjungan pertama kapal Changbaishan dan Xiangqianqian 1 dari angkatan laut Tiongkok dan Indonesia ke Indonesia.
Selama kunjungan, kedua angkatan laut juga akan melakukan pertukaran olahraga.
Setelah tiba di Indonesia, para perwira dan kadet angkatan laut asing yang menemani armada dalam pelayaran ini untuk pelatihan akan mengakhiri masa magang mereka dan meninggalkan kapal," lapor Kementerian Pertahanan Tiongkok dalam rilis resminya pada 7 Desember 2025.
![]() |
| Kesalahan Fatal! PLA China Bawa Kapal Perusak Tipe 052DL Paling Mematikan Tapi Klaim Kawal Kapal dari Indonesia yang Sudah 15 Tahun Karam (X @China_Navy) |
Tak cuma bikin girang China, kedatangan armada gugus tempur kapal Tiongkok rupanya disambut oleh TNI AL Indonesia.
Dikutip Timemoments.com dari unggahan akun Instagram milik Kodaeral III pada 7 Desember 2025, tiga kapal perang milik Angkatan Laut China (PLA Navy) dilaporkan berhasil memasuki perairan Indonesia dan bersandar di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada 7 Desember 2025 pagi hari.
"Kapal perang PLANS Chang Bai Shan (989) menjadi kapal pertama yang merapat di Dermaga IKT Tanjung Priok.
Disusul dua kapal lainnya, PLANS Zheng He (81) yang bersandar di Dermaga 300, serta PLANS Xiang Qian Jin (88) yang berlabuh di area lego jangkar Tanjung Priok.
Kedatangan rombongan kapal perang tersebut disambut langsung oleh Asisten Operasi (Asops) Dankodaeral III, Kolonel Laut (P) Yovan Ardhianto Yusuf, yang mewakili Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) III, Laksamana Muda TNI Uki Prasetia.
Setibanya di dermaga, para tamu dari China disambut hangat dengan tarian Sekar Jagad, yang merupakan salah satu tarian khas dari Bali.
Acara berlanjut dengan pengalungan syal batik khas Betawi kepada Commander of PLAN Task Formation 989, Senior Captain Zhang Huiwu.
Usai prosesi penyambutan, rombongan TNI AL bersama sejumlah perwira kemudian melakukan ship tour, berkeliling kapal perang PLANS Chang Bai Shan.
Ketiga kapal perang tersebut dijadwalkan berada di Jakarta selama tiga hari sebelum melanjutkan misi berikutnya.
Dankodaeral dikesempatan terpisah menyampaikan bahwa, kunjungan kapal perang tersebut merupakan agenda persahabatan dan bertujuan meningkatkan hubungan kedua angkatan laut.
'Semoga kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama maritim antara Angkatan Laut kedua negara', pungkas Laksda Uki," terang Komando Daerah Angkatan Laut III dalam laporannya.
![]() |
| Kesalahan Fatal! PLA China Bawa Kapal Perusak Tipe 052DL Paling Mematikan Tapi Klaim Kawal Kapal dari Indonesia yang Sudah 15 Tahun Karam (X China Navy) |
Setelah 4 hari berada di NKRI, armada gugus tempur kapal China akhirnya keluar dari Indonesia.
Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Dankodaeral) III, Laksamana Muda TNI Uki Prasetia, S.T., M.M. yang diwakili oleh Letkol Laut (P) Joseph Marteen Marpaung, melepas keberangkatan kapal perang China, PLAN Changbai San (LSD 989) yang berlangsung di Dermaga IKT Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025).
"Kapal perang Angkatan Laut China beserta dua kapal lainnya ini, telah berada di Jakarta sejak tanggal 7 Desember yang lalu.
Selama empat hari keberadaannya di Jakarta, kapal ini beserta pengawaknya melaksanakan berbagai agenda kegiatan.
Selain melakukan pengisian bekal logistik, mereka juga melaksanakan kegiatan kunjungan kehormatan kepada Dankodaeral serta olahraga bersama dengan prajurit Kodaeral III," jelas Kodaeral III dalam unggahan akun Instagramnya pada 11 Desember 2025 lalu.
Seperti kedatangannya yang disambut ramai, kepergian kapal perang China rupanya juga dilepas oleh banyak orang.
"Sekitar pukul 08.00 waktu setempat, Indonesia mengadakan upacara perpisahan di Pelabuhan Tanjung Priok. Staf dari Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, perwakilan perusahaan lokal yang didanai Tiongkok dan warga Tionghoa perantauan, serta perwakilan perwira dan prajurit angkatan laut Indonesia datang ke dermaga untuk mengantar mereka.
Mahasiswa dari Universitas Teknik Angkatan Laut dan Universitas Penerbangan Angkatan Laut berbaris di beberapa bagian di dek untuk melambaikan tangan kepada rombongan yang akan berangkat," terang Kementerian Pertahanan Tiongkok dalam rilis resminya pada 11 Desember 2025.
Kementerian Pertahanan Tiongkok menyebut Indonesia menjadi pemberhentian terakhir dari misi armada ke 989 Angkatan Laut Tiongkok.
"Diketahui bahwa Indonesia adalah pemberhentian terakhir dari kunjungan misi pelatihan maritim komprehensif ke tiga negara Asia Tenggara ini.
Setelah meninggalkan Indonesia, armada ke-989 Angkatan Laut Tiongkok akan memulai perjalanan pulang," jelas rilis tersebut.
Meski tak dinyatakan secara resmi namun kehadiran armada PLA Navy di perairan internasional dan kunjungan ke Jakarta mencerminkan ambisi 'Blue Water Navy' Tiongkok.
Hal ini menunjukkan kemampuan mereka untuk memproyeksikan kekuatan militer jauh dari daratan utama, sekaligus mempererat diplomasi pertahanan dengan negara-negara strategis di kawasan ASEAN.
Tiongkok Kerahkan Armada Gugus Tempur Kapal Perang PLAN Jauh Sampai Lepas Pantai Somalia
Tak cuma mengerahkan kapal perangnya sampai ke Indonesia, Tiongkok rupanya juga menempatkan armada gugus tempur PLAN jauh sampai ke perairan Afrika.
Tak cuma satu, China sampai mengerahkan tiga kapal perangnya untuk melakukan tugas pengawalan di pantai Somalia.
Hal ini seperti dikutip Timemoments.com dari Xinhua edisi 10 Oktober 2025 saat Jiang Bin, juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok membocorkan pengerahan satuan tugas pengawal angkatan laut Tiongkok ke-48 ke Teluk Aden dan perairan lepas pantai Somalia untuk melaksanakan misi pengawalan.
![]() |
| Kesalahan Fatal! PLA China Bawa Kapal Perusak Tipe 052DL Paling Mematikan Tapi Klaim Kawal Kapal dari Indonesia yang Sudah 15 Tahun Karam (Military China) |
"Mulai pertengahan Oktober, armada pengawal ke-48, yang terdiri dari kapal perusak rudal berpemandu Tangshan, fregat rudal berpemandu Daqing, dan kapal pasokan komprehensif Taihu milik Angkatan Laut Tiongkok, akan berangkat ke Teluk Aden dan perairan lepas pantai Somalia untuk menggantikan armada pengawal ke-47 dalam melaksanakan misi pengawalan," kata Jiang Bin.
"Armada angkatan laut Tiongkok mempraktikkan konsep komunitas maritim dengan masa depan bersama melalui tindakan nyata, menjaga keamanan jalur maritim internasional, dan mempertahankan perdamaian dan stabilitas regional," terang pejabat Kementerian Pertahanan Tiongkok itu.
Benar saja, gugus tugas pengawal angkatan laut Tiongkok ke-48 berlayar dari pelabuhan angkatan laut di Qingdao, Provinsi Shandong, pada pagi hari tanggal 11 Oktober 2025 untuk menggantikan gugus tugas pengawal angkatan laut Tiongkok ke-47 di Teluk Aden dan perairan lepas pantai Somalia.
"Sekitar pukul 9:00 pagi, diiringi alunan musik militer yang megah, armada kapal melepaskan tali tambatnya satu per satu dan perlahan meninggalkan dermaga.
Di geladak, para perwira dan prajurit pengawal, dengan semangat tinggi, berdiri dalam formasi rapi, melambaikan tangan mengucapkan selamat tinggal kepada tanah air dan orang-orang terkasih mereka," lapor 81.cn edisi 11 Oktober 2025 seperti dikutip Timemoments.com.
Satuan tugas pengawal ke-48 sebagian besar terdiri dari pasukan angkatan laut dari Komando Teater Utara, termasuk kapal perusak rudal Tangshan, fregat rudal Daqing, dan kapal pasokan komprehensif laut besar Taihu, yang membawa dua helikopter dan puluhan personel operasi khusus.
Kapal perusak Tangshan (122) merupakan tipe 052DL yang dilengkapi dengan sistem radar array bertahap yang canggih dan sistem peluncuran vertikal (VLS) untuk rudal pertahanan udara serta anti-kapal, menjadikannya salah satu aset paling mematikan dalam gugus tugas tersebut.
Ketiga kapal perang tersebut dirancang dan dibangun di dalam negeri, dan ini adalah pertama kalinya Tangshan melakukan misi pengawalan.
![]() |
| Kesalahan Fatal! PLA China Bawa Kapal Perusak Tipe 052DL Paling Mematikan Tapi Klaim Kawal Kapal dari Indonesia yang Sudah 15 Tahun Karam (Military China) |
Selama fase persiapan misi, komando armada memantau secara cermat potensi risiko, tantangan, dan ancaman aktual yang mungkin dihadapi operasi pengawalan, dan melakukan pelatihan terarah di bidang-bidang seperti penggunaan senjata yang sebenarnya, pengawalan, dan pengisian bahan bakar di laut, sesuai dengan persyaratan pelatihan tempur elemen penuh.
Serah Terima Misi Gugus Tugas Pengawal Angkatan Laut ke-47 dan ke-48 Tiongkok Berjalan Lancar
Meski dikerahkan sejak pertengahan Oktober 2025 dari China namun gugus tugas pengawal angkatan laut ke-48 Tiongkok baru melakukan serah terima tugas pada awal November 2025.
Dikutip Timemoments.com dari Military China edisi 4 November 2025, armada pengawal ke-48 secara resmi mengambil alih tugas dari armada pengawal ke-47 pada 1 November 2025.
"1 November waktu setempat
Armada pengawal ke-47 dan ke-48 Angkatan Laut
Basis dukungan kami di Djibouti
Upacara penyerahan misi pengawalan organisasi
Ini menandai dimulainya armada pengawal ke-48.
Secara resmi mengambil alih tugas dari armada pengawal ke-47.
Bertanggung jawab atas misi pengawalan di Teluk Aden dan perairan lepas pantai Somalia," lapor Military China.
Sebelum upacara serah terima misi pengawalan armada pengawal ke-47 dan ke-48 yang ditempatkan di wilayah laut tertentu di Teluk Aden disebut telah mengadakan upacara pelepasan.
![]() |
| Kesalahan Fatal! PLA China Bawa Kapal Perusak Tipe 052DL Paling Mematikan Tapi Klaim Kawal Kapal dari Indonesia yang Sudah 15 Tahun Karam (Military China) |
Setelah serah terima tugas, Grup Pengawal Angkatan Laut ke-47 PLAN dibubarkan.
Gugus tempur ke-47 PLAN itu terdiri dari kapal perusak rudal berpemandu Tipe 052D Baotou (F113), fregat rudal berpemandu Tipe 054A Honghe (F523) dan kapal pengisian bahan bakar Tipe 903A Gaoyouhu (K904).
Misi pengawalan di Teluk Aden tetap menjadi prioritas global guna memastikan rantai pasok dunia aman dari ancaman perompakan, yang secara tidak langsung menjaga stabilitas ekonomi bagi negara-negara yang bergantung pada jalur laut tersebut.
Kesalahan Fatal Memalukan di Misi Perdana Gugus Tugas Pengawal Angkatan Laut ke-48
Grup Pengawal Angkatan Laut ke-48 Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) telah mengambil alih tanggung jawab untuk menjaga kehadiran angkatan laut Tiongkok di Laut Merah dan Teluk Aden, pada awal masa tugas yang kemungkinan akan berlangsung selama 10 bulan yang berbasis di Pangkalan Dukungan Luar Negeri Proyek 141 di Doraleh, Djibouti.
Armada baru ini terdiri dari kapal perusak rudal berpemandu Tipe 052DL Tangshan (F122), fregat rudal berpemandu Tipe 054A Daqing (F576) dan kapal pengisian bahan bakar Tipe 903A Taihu (K889).
Tapi insiden memalukan rupanya melibatkan armada Angkatan Laut China dalam misi pertamanya.
Dikutip Timemoments.com dari Maritime Executive edisi 9 November 2025, tugas pertama dari kehadiran baru grup pengawal Angkatan Laut China ke-48 tersebut adalah mengawal kapal curah terdaftar Panama, Nasco Gem (IMO 9404986), melalui Teluk Aden dan menuju Djibouti.
Kapal tersebut berangkat dari pelabuhan Lianyungang di Provinsi Jiangsu, Tiongkok, dengan singgah di Singapura.
Nasco Gem dimiliki oleh YDM Shipping Co dan dikelola oleh NASCO, keduanya berbasis di Tiongkok.
Sayangnya, situs web militer PLA membuat kesalahan fatal yang cukup mengejutkan.
"Situs web militer PLA secara keliru mengidentifikasi kapal yang dikawal sebagai Nasco Diamond (IMO 9467861), sebuah kapal pengangkut curah yang berangkat untuk terakhir kalinya dari Kolonodale di Indonesia, menuju Lianyungang, tetapi tenggelam dalam perjalanan di lepas pantai pulau-pulau selatan Jepang pada 10 November 2010.
Kapten Nasco Diamond telah mengeluh sebelum keberangkatan bahwa muatan bijih nikelnya seberat 55.000 ton terlalu basah, dan pencairan kemudian ditemukan sebagai penyebab tenggelamnya kapal tersebut.
Nasco Gem yang dikawal PLAN minggu lalu adalah kapal saudara dari Nasco Diamond, dan tetap berada di bawah manajemen yang sama," lapor Maritime Executive dalam artikelnya.
Situs web militer PLA melaporkan bahwa mereka sedang mengawal kapal curah bernama Nasco Diamond (IMO 9467861).
Namun, kapal yang sebenarnya sedang mereka kawal adalah Nasco Gem (IMO 9404986).
Kesalahan ini menjadi "memalukan" karena Nasco Diamond sudah tidak ada lagi.
Kapal tersebut telah tenggelam 15 tahun yang lalu, tepatnya pada 10 November 2010 di lepas pantai Jepang, akibat masalah pencairan muatan bijih nikel yang menyebabkan kapal tidak stabil.
Kesalahan ini kemungkinan besar terjadi karena adanya kemiripan latar belakang antara kedua kapal tersebut, sehingga operator situs web tidak melakukan pengecekan ulang.
Nasco Gem dan Nasco Diamond adalah kapal dengan desain yang sama.
Apalagi, kedua kapal berada di bawah naungan perusahaan yang sama, yaitu NASCO yang berbasis di Tiongkok.
***

.jpg)
.jpg)



Posting Komentar untuk "Fatal! PLA China Bawa Kapal Perusak Tipe 052DL Paling Mematikan Tapi Klaim Kawal Kapal dari Indonesia yang Sudah 15 Tahun Karam"