KRI Balaputradewa Fregat Merah Putih, Monster Laut Indonesia Dilengkapi 64 VLS MiDLAS
![]() |
| KRI Balaputradewa unit pertama Fregat Merah Putih (foto : PT PAL) |
TIMEMOMENTS.COM - Pada Kamis 18 Desember 2025 petang, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan ri) meluncurkan Fregat Merah Putih pertama di Dermaga Semenanjung Barat Divisi Kapal Niaga PT PAL, Surabaya, Jawa Timur.
Unit pertama kapal perang terbesar angkatan laut Indonesia ini resmi menyandang nama KRI Balaputradewa dengan nomor lambung 322.
Balaputradewa sendiri merupakan Maharaja Sriwijaya ke-11 yang berkuasa pada 860-900 Masehi.
Ia keturunan Wangsa Sailendra
Baca Juga : Fregat Merah Putih Ditugaskan Jaga Natuna Utara dan Menghadapi Kapal Selam Nuklir Australia
Nampaknya kapal-kapal kombatan besar TNI AL bakal menyandang nama Raja-Ratu Nusantara di masa lalu.
Sebelum Balaputradewa ada KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi dimana keduanya jenis kapal perang Korvet PPA buatan Fincantier Italia.
Korvet PPA saat ini memegang kapal perang terbesar dan tercanggih yang sudah operasional di jajaran angkatan laut.
Namun bila KRI Balaputradewa resmi operasional maka ia ditasbihkan jadi yang terbesar.
Bagaimana tidak panjangnya sampai 140 meter dengan tonase lebih 6.600 ton.
Persenjataannya mengerikan, pasalnya ia diberi tugas cukup berat, membentuk jaring pertahanan udara komprehensif bersama unsur lain baik dari matra AU dan AD.
Nampaknya kapal-kapal kombatan besar TNI AL bakal menyandang nama Raja-Ratu Nusantara di masa lalu.
Sebelum Balaputradewa ada KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi dimana keduanya jenis kapal perang Korvet PPA buatan Fincantier Italia.
Korvet PPA saat ini memegang kapal perang terbesar dan tercanggih yang sudah operasional di jajaran angkatan laut.
Namun bila KRI Balaputradewa resmi operasional maka ia ditasbihkan jadi yang terbesar.
Bagaimana tidak panjangnya sampai 140 meter dengan tonase lebih 6.600 ton.
Persenjataannya mengerikan, pasalnya ia diberi tugas cukup berat, membentuk jaring pertahanan udara komprehensif bersama unsur lain baik dari matra AU dan AD.
VLS MiDLAS
KRI Balaputradewa dilengkapi dengan Vertical Launching System (VLS) MiDLAS buatan Roketsan, Turki.
Jumlah tabung peluncur mencapai 64 cells, terbanyak di kawasan Asia Tenggara.
Jadi, bila diajak adu salvo rudal, KRI Balaputradewa bisa memenangkan pertempuran.
VLS ini bisa dilengkapi dengan berbagai jenis rudal yang tertanam dalam sebuah kompartemen quad-pack di bagian tengah kapal.
Laporan dari Naval News pada 25 Februari 2025 menjelaskan bila MiDLAS dibuat karena Pemerintah AS tak mengizinkan penjualan VLS Mk 41 ke Turki.
Masalahnya Turki membeli S-400 dari Rusia, Mk 41 dan F-35 dibatalkan oleh AS.
Salah dua rudal yang bisa diluncurkan dari MiDLAS adalah HISAR, SIPER dan Atmaca.
"Pada fase awal, MIDLAS akan memberikan kemampuan pertahanan udara kepada kapal-kapal Angkatan Laut Turki dengan meluncurkan rudal Hisar-D buatan dalam negeri. Kemudian, SIPER Block-1 (sistem pertahanan udara jarak jauh), ATMACA, dan rudal nasional lainnya akan diintegrasikan ke dalam MiDLAS," jelasnya.
KRI Balaputradewa dilengkapi dengan Vertical Launching System (VLS) MiDLAS buatan Roketsan, Turki.
Jumlah tabung peluncur mencapai 64 cells, terbanyak di kawasan Asia Tenggara.
Jadi, bila diajak adu salvo rudal, KRI Balaputradewa bisa memenangkan pertempuran.
VLS ini bisa dilengkapi dengan berbagai jenis rudal yang tertanam dalam sebuah kompartemen quad-pack di bagian tengah kapal.
Laporan dari Naval News pada 25 Februari 2025 menjelaskan bila MiDLAS dibuat karena Pemerintah AS tak mengizinkan penjualan VLS Mk 41 ke Turki.
Masalahnya Turki membeli S-400 dari Rusia, Mk 41 dan F-35 dibatalkan oleh AS.
Salah dua rudal yang bisa diluncurkan dari MiDLAS adalah HISAR, SIPER dan Atmaca.
"Pada fase awal, MIDLAS akan memberikan kemampuan pertahanan udara kepada kapal-kapal Angkatan Laut Turki dengan meluncurkan rudal Hisar-D buatan dalam negeri. Kemudian, SIPER Block-1 (sistem pertahanan udara jarak jauh), ATMACA, dan rudal nasional lainnya akan diintegrasikan ke dalam MiDLAS," jelasnya.
Uniknya, sistem ini bisa meluncurkan rudal jenis lainnya lagi seperti rudal hipersonik,dan jelajah serang darat.
Turki tengah mengembangkan kedua jenis rudal ini yang nantinya Indonesia bisa menerima paling awal.
Bermodal VLS MiDLAS, kapal perang Indonesia bisa melakukan dua misi sekaligus, ofensif dan defensif.
Bila nanti dipasangi rudal hipersonik atau jelajah serang darat, Indonesia mampu menyerang musuh dari jarak jauh.
Pertempuran laut modern menuntut kesanggupan sebuah angkatan laut menyerang target dibalik garis cakrawala.
Bila hanya bermodal rudal anti kapal permukaan saja, angkatan laut Indonesia sulit mempertahankan keunggulan di perairannya sendiri.
Bila hanya bermodal rudal anti kapal permukaan saja, angkatan laut Indonesia sulit mempertahankan keunggulan di perairannya sendiri.
Monster Laut
Silahkan Googling, dimensi KRI Balaputeradewa sangat besar.
Sebelum kehadiran KRI Brawijaya, kapal kombatan terbesar di Asia Tenggara milik Formidable class Singapura.
Formidable punya bobot 3.200 ton serta panjang 114 meter.
Saat itu kapal perang Indonesia bila disandingkan dengannya terlihat kecil.
Persenjataan Formidable terlalu OP di zamannya.
Bayangkan saja dilengkapi 24 unit rudal anti kapal permukaan dan 8 celss VLS Sylver yang meluncurkan Aster 15/30.
Bahkan untuk saat ini pun, Fregat AL Singapura tersebut masih sangat relevan dipakai apalagi mereka melakukan peningkatan signifikan agar tetap operasional hingga 2035.
Sementara itu KRI Balaputradewa mempunyai tonase lebih dari 6.000 ton, panjangnya mencapai 140 meter lalu dilengkapi berbagai persenjataan mumpuni.
Elemen CIWS memakai kelas premium yakni Oerlikon Millenium Gun.
Tentu yang paling mencengangkan ialah VLS 64 unit, masih ada torpedo Leonardo B515/3 dan Naval Gun Oto Melara 76 mm.
Radarnya pun jenis AESA, Aselsan CENK 350-N dipadu dengan radar penjejak sasaran CENK 400-N.
Sekedar diketahui nantinya kapal destroyer TF-2000 Turki memakai piranti identik dengan KRI Balaputradewa.
Silahkan Googling, dimensi KRI Balaputeradewa sangat besar.
Sebelum kehadiran KRI Brawijaya, kapal kombatan terbesar di Asia Tenggara milik Formidable class Singapura.
Formidable punya bobot 3.200 ton serta panjang 114 meter.
Saat itu kapal perang Indonesia bila disandingkan dengannya terlihat kecil.
Persenjataan Formidable terlalu OP di zamannya.
Bayangkan saja dilengkapi 24 unit rudal anti kapal permukaan dan 8 celss VLS Sylver yang meluncurkan Aster 15/30.
Bahkan untuk saat ini pun, Fregat AL Singapura tersebut masih sangat relevan dipakai apalagi mereka melakukan peningkatan signifikan agar tetap operasional hingga 2035.
Sementara itu KRI Balaputradewa mempunyai tonase lebih dari 6.000 ton, panjangnya mencapai 140 meter lalu dilengkapi berbagai persenjataan mumpuni.
Elemen CIWS memakai kelas premium yakni Oerlikon Millenium Gun.
Tentu yang paling mencengangkan ialah VLS 64 unit, masih ada torpedo Leonardo B515/3 dan Naval Gun Oto Melara 76 mm.
Radarnya pun jenis AESA, Aselsan CENK 350-N dipadu dengan radar penjejak sasaran CENK 400-N.
Sekedar diketahui nantinya kapal destroyer TF-2000 Turki memakai piranti identik dengan KRI Balaputradewa.
Jadi memang soal kemampuan Fregat ini tak diragukan lagi.
Tonase besar, persenjataan komplit serta mampu mengarungi lautan 21 hari tanpa henti cocok digunakan menjaga ZEE Indonesia terutama di Natuna Utara.
Selanjutnya Kapal Destroyer
Usai dua unit Balaputradewa class kelar, ada baiknya Indonesia memikirkan cara membuat dan membeli kapal destroyer.
Calonnya sudah ada beberapa seperti Bonifaz class dan Type 052D.
Kapal destroyer berguna bagi pertahanan laut, Balaputradewa class, Brawijaya class dan kapal destroyer menegaskan kedaulatan maritim NKRI.
Tak akan ada yang memandang remeh bila trio itu berlayar bersama mengemban misi tempur demi menjaga keutuhan NKRI.
Teknologi kapal destroyer berbeda dengan fregat, jenis kapal perang ini mesti Lethal, menimbulkan rasa gentar terhadap lawan lalu mengeliminasinya dalam waktu cepat.
Armada perang Indonesia mesti dibangun dari kapal-kapal perang berkualitas, banyak dan canggih sehingga memungkinkannya menjalankan taktik perang laut modern.
Kondisi geopolitik Indo Pasifik tak bisa ditebak, mempunyai armada perang kuat jaminan kepentingan nasional tak diganggu.
"Kawasan Indo-Pasifik telah menjadi salah satu titik fokus geopolitik global, dengan berbagai kekuatan besar seperti Amerika Serikat, China, dan Rusia yang bersaing untuk memperebutkan pengaruh.
Dalam situasi potensi perang dunia, penguatan pertahanan nasional menjadi sangat penting," jelas kemhan.go.id pada 15 Oktober 2024.
Sebab Indo Pasifik memainkan peran penting dalam perdagangan dan stabilitas global.
Pada dasarnya bila wilayah ini goyah, dunia ikut goyang.
Contoh paling aktual saat ketegangan terjadi di Semenanjung Korea dan Taiwan, perekonomian dunia ikut memburuk.
Indonesia mempunyai peran kunci di sini, Selat Malaka sebagai salah satu urat nadi pelayaran terpenting di dunia harus dikuasai dikendalikan sepenuhnya.
Selain itu Natuna Utara juga mesti dikendalikan Indonesia sepenuhnya, kedua perairan ini bila dipandang dari sudut lain masuk dalam strategi pertahanan maritim.
Yakni dengan mengatur lalu lintas laut di keduanya, Indonesia punya keuntungan di meja diplomasi menekan kepentingan negara lain.
Kemudian membangun pertahanan di pulau-pulau besar sebagai upaya atau wadah operasi tempur terpadu semua elemen bangsa.
Tonase besar, persenjataan komplit serta mampu mengarungi lautan 21 hari tanpa henti cocok digunakan menjaga ZEE Indonesia terutama di Natuna Utara.
Selanjutnya Kapal Destroyer
Usai dua unit Balaputradewa class kelar, ada baiknya Indonesia memikirkan cara membuat dan membeli kapal destroyer.
Calonnya sudah ada beberapa seperti Bonifaz class dan Type 052D.
Kapal destroyer berguna bagi pertahanan laut, Balaputradewa class, Brawijaya class dan kapal destroyer menegaskan kedaulatan maritim NKRI.
Tak akan ada yang memandang remeh bila trio itu berlayar bersama mengemban misi tempur demi menjaga keutuhan NKRI.
Teknologi kapal destroyer berbeda dengan fregat, jenis kapal perang ini mesti Lethal, menimbulkan rasa gentar terhadap lawan lalu mengeliminasinya dalam waktu cepat.
Armada perang Indonesia mesti dibangun dari kapal-kapal perang berkualitas, banyak dan canggih sehingga memungkinkannya menjalankan taktik perang laut modern.
Kondisi geopolitik Indo Pasifik tak bisa ditebak, mempunyai armada perang kuat jaminan kepentingan nasional tak diganggu.
"Kawasan Indo-Pasifik telah menjadi salah satu titik fokus geopolitik global, dengan berbagai kekuatan besar seperti Amerika Serikat, China, dan Rusia yang bersaing untuk memperebutkan pengaruh.
Dalam situasi potensi perang dunia, penguatan pertahanan nasional menjadi sangat penting," jelas kemhan.go.id pada 15 Oktober 2024.
Sebab Indo Pasifik memainkan peran penting dalam perdagangan dan stabilitas global.
Pada dasarnya bila wilayah ini goyah, dunia ikut goyang.
Contoh paling aktual saat ketegangan terjadi di Semenanjung Korea dan Taiwan, perekonomian dunia ikut memburuk.
Indonesia mempunyai peran kunci di sini, Selat Malaka sebagai salah satu urat nadi pelayaran terpenting di dunia harus dikuasai dikendalikan sepenuhnya.
Selain itu Natuna Utara juga mesti dikendalikan Indonesia sepenuhnya, kedua perairan ini bila dipandang dari sudut lain masuk dalam strategi pertahanan maritim.
Yakni dengan mengatur lalu lintas laut di keduanya, Indonesia punya keuntungan di meja diplomasi menekan kepentingan negara lain.
Kemudian membangun pertahanan di pulau-pulau besar sebagai upaya atau wadah operasi tempur terpadu semua elemen bangsa.
"Analisis menunjukkan bahwa setiap pulau besar memiliki peran unik, seperti Sumatera sebagai pengendali Selat Malaka, Jawa sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, hingga Papua sebagai penjaga kedaulatan di timur.
Tantangan utama meliputi pelanggaran kedaulatan, illegal fishing, terorisme maritim, dan sengketa wilayah," jelas kemhan.go.id pada 3 Juli 2025.
Strategi ini bisa lebih maksimal bila domain maritim masih dikendalikan sepenuhnya oleh TNI AL.
Adanya kapal destroyer memperkuat peluang ini.
"Strategi pertahanan terintegrasi yang diusulkan meliputi konsep pertahanan berlapis, penguatan kemampuan pertahanan berbasis kewilayahan, dan pemanfaatan potensi lokal setiap pulau besar," jelasnya.
Dengan KRI Balaputradewa dan nantinya kapal destroyer hingga kapal induk, angkatan laut Indonesia bisa berbicara banyak di kancah dunia menjaga kepentingan nasional.
Pesaing
Untuk saat ini pesaing dari KRI Balaputradewa di kawasan Asia Tenggara bisa dilihat jelas adalah Formidable class.
Kemudian ada Bhumibol Adulyadej class, Kyan Sitta class hingga Dinh Tien Hoang class.
Malaysia juga punya program kapal perang yakni Maharaja Lela class.
Namun bila Singapura selesai membuat Multi Role Combat Vessel (MRCV) maka trah kapal kombatan terbesar di Asia Tenggara jatuh kepadanya.
MRCV mempunyai tonase mencapai 10.000 ton lebih, ia mothership bagi drone udara-laut sekaligus kapal kombatan seutuhnya.
Mengerahkan MRCV sama saja seperti mempunyai kapal induk drone.
![]() |
| Formidable class Singapura (foto : MINDEF Singapore) |
"MRCV menggabungkan kemampuan tempur fregat modern dengan kapasitas pengangkutan dan pengendalian yang dibutuhkan untuk menjadi Kapal Induk bagi berbagai sistem tak berawak.
Dikembangkan untuk memenuhi persyaratan operasional unik RSN, kapal ini merupakan kapal perang terbesar dan paling kompleks yang dibangun hingga saat ini di Singapura," jelas mindef.gov.sg pada
Indonesia menanggapi MRCV Singapura dengan pembelian kapal induk helikopter ITS Giuseppe Garibaldi lalu hendak membuat sendiri LHD serupa di dalam negerinya.
Bila kesampaian maka hanya AL Singapura dan Indonesia nantinya di kawasan Asia Tenggara yang mempunyai militer berdaya pukul mematikan.
Patut ditunggu perkembangan seperti apa yang terjadi di Asia Tenggara, penyebabnya tentu sudah diketahui kenapa sampai ke titik ini Indonesia memperkuat angkatan bersenjatanya.
Bila kesampaian maka hanya AL Singapura dan Indonesia nantinya di kawasan Asia Tenggara yang mempunyai militer berdaya pukul mematikan.
Patut ditunggu perkembangan seperti apa yang terjadi di Asia Tenggara, penyebabnya tentu sudah diketahui kenapa sampai ke titik ini Indonesia memperkuat angkatan bersenjatanya.
Sebab bila perang pecah tak ada yang menjamin apakah negeri ini terlibat di dalamnya.
Tak dipungkiri kawasan Indo Pasifik panas, klaim Nine Dash Line China mengakibatkan konflik yang bisa berujung perang, tak semua siap menghadapi hal ini.*
Tak dipungkiri kawasan Indo Pasifik panas, klaim Nine Dash Line China mengakibatkan konflik yang bisa berujung perang, tak semua siap menghadapi hal ini.*



Posting Komentar untuk "KRI Balaputradewa Fregat Merah Putih, Monster Laut Indonesia Dilengkapi 64 VLS MiDLAS"