3 Radar Pemburu Pesawat Siluman Bikinan China Lumpuh Saat Venezuela Diserang Amerika

3 Radar Pemburu Pesawat Siluman Bikinan China Lumpuh Saat Venezuela Diserang Amerika/Facebook Buhay Estudyente



TIMEMOMENTS.COM- Dipersiapkan matang oleh Amerika Serikat (AS) sejak lama, operasi penyergapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro berhasil dilakukan pada Sabtu (3/1/2026).

Dilaporkan Timemoments.com dari Reuters edisi 3 Januari 2026, Pasukan elit AS, termasuk Delta Force Angkatan Darat, membuat replika rumah persembunyian Maduro dan berlatih bagaimana mereka akan memasuki kediaman yang dijaga ketat tersebut.

Menurut sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut, CIA memiliki tim kecil di lapangan sejak Agustus yang mampu memberikan wawasan tentang pola hidup Maduro yang membuat penangkapannya berjalan lancar.

Pejabat militer AS mengatakan operasi tersebut melibatkan lebih dari 150 pesawat yang diluncurkan dari 20 pangkalan di sekitar Belahan Bumi Barat, termasuk jet F-35 dan F-22, serta pesawat pembom B-1.

Para pejabat AS mengatakan serangan udara tersebut mengenai sasaran militer.

Gambar yang diambil oleh Reuters di pangkalan udara La Carlota di Caracas menunjukkan kendaraan militer hangus dari unit anti-pesawat Venezuela.

Saat serangan terjadi, Pasukan Khusus AS memasuki Caracas dengan persenjataan lengkap, termasuk membawa obor las jika mereka perlu memotong pintu baja di lokasi Maduro.

Sekitar pukul 1 pagi hari Sabtu, pasukan tiba di kompleks Maduro di pusat kota Caracas sambil dihujani tembakan.

Salah satu helikopter terkena tembakan, tapi masih bisa terbang.

Video-video di media sosial yang diunggah oleh warga menunjukkan konvoi helikopter terbang di atas kota pada ketinggian rendah.

Setelah sampai di rumah persembunyian Maduro, pasukan tersebut, bersama dengan agen FBI, memasuki kediaman itu, yang digambarkan Presiden AS Donald Trump sebagai "benteng yang dijaga sangat ketat."

"Mereka baru saja menerobos masuk, dan mereka menerobos masuk ke tempat-tempat yang sebenarnya tidak mungkin dibobol, Anda tahu, pintu baja yang dipasang di sana hanya untuk alasan ini," kata Trump. "Mereka dilumpuhkan dalam hitungan detik".


Operasi Absolute Resolve AS

Guna menangkap Presiden Venezuela, AS melakukan Operasi Absolute Resolve yang secara takttis berhasil menangkap Nicolas Maduro tanpa kehilangan nayawa warga Amerika.

The New York Times edisi 3 Januari 2026 melaporkan menjelang operasi Absolute Resolve, pasukan komando Delta Force berlatih evakuasi di dalam model skala penuh kompleks kediaman Maduro yang dibangun oleh Komando Operasi Khusus Gabungan di Kentucky.

Mereka berlatih mendobrak pintu baja dengan kecepatan yang semakin meningkat.

Pihak militer telah bersiap selama beberapa hari untuk melaksanakan misi tersebut, menunggu kondisi cuaca yang baik dan waktu di mana risiko korban sipil dapat diminimalkan.

Di Venezuela, upaya operasi ini dimulai dengan operasi siber yang memutus aliran listrik ke sebagian besar wilayah Caracas, menyelimuti kota dalam kegelapan untuk memungkinkan pesawat, drone, dan helikopter mendekat tanpa terdeteksi.

Lebih dari 150 pesawat militer, termasuk drone, pesawat tempur, dan pesawat pembom, ikut serta dalam misi tersebut, lepas landas dari 20 pangkalan militer dan kapal Angkatan Laut yang berbeda.

Saat pesawat-pesawat itu mendekati Caracas, badan militer dan intelijen menyimpulkan bahwa mereka telah mempertahankan unsur kejutan taktis.

Dini hari Sabtu 3 Januari 2026, ledakan dahsyat menggema di seluruh Caracas saat pesawat tempur AS menyerang radar dan baterai pertahanan udara.

Meskipun beberapa ledakan yang diunggah di media sosial tampak dramatis, seorang pejabat AS mengatakan bahwa sebagian besar ledakan tersebut menargetkan instalasi radar dan menara transmisi radio.

Sedikitnya 40 orang tewas dalam serangan hari Sabtu di Venezuela, termasuk personel militer dan warga sipil, menurut seorang pejabat senior Venezuela yang berbicara dengan syarat anonim untuk menjelaskan laporan awal.

Meskipun pertahanan udara Venezuela berhasil dilumpuhkan, helikopter AS tetap diserang saat mendekati kompleks kediaman Maduro sekitar pukul 02.01 waktu setempat.

Pejabat militer AS Jenderal Caine mengatakan helikopter-helikopter tersebut membalas dengan "kekuatan yang luar biasa."

Salah satu helikopter terkena tembakan.

Dua pejabat AS mengatakan bahwa sekitar setengah lusin tentara terluka dalam operasi keseluruhan tersebut.

Para operator Delta Force yang ditugaskan untuk menangkap Maduro diangkut ke target mereka — di pangkalan militer Venezuela yang paling terlindungi — oleh unit penerbangan Operasi Khusus Angkatan Darat elit, Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160, yang menerbangkan helikopter MH-60 dan MH-47 yang telah dimodifikasi.


Venezuela Punya Sistem Pertahanan Udara Canggih Bikinan China

Lumpuh diserang Amerika, Venezuela sebenarnya selama ini diperkuat dengan sistem pertahanan udara canggih bikinan China.

Dikutip Timemoments.com dari unggahan akun Facebook Buhay Estudyente pada 4 Januari 2025, sistem radar buatan China dilaporkan gagal memberikan deteksi terhadap serangan AS.

"Penilaian Pertahanan Udara Venezuela

Laporan terbaru menunjukkan bahwa sistem radar buatan China yang dikerahkan di Venezuela — termasuk JYL-1, JY-11B, dan JY-27 — gagal memberikan deteksi tepat waktu terhadap pasukan AS, sehingga memungkinkan pesawat canggih seperti pesawat tempur siluman F-35 beroperasi di atau dekat wilayah udara Venezuela tanpa peringatan yang efektif.

Para analis menunjukkan beberapa faktor penyebab: profil penerbangan di ketinggian rendah, penyamaran medan, desain siluman canggih, integrasi radar yang lemah, dan kesiapan operasional yang buruk.

Bersama-sama, masalah-masalah ini menyoroti kesulitan berkelanjutan yang dihadapi sistem radar China dalam mendeteksi dan melacak pesawat siluman secara andal — menimbulkan pertanyaan tentang klaim kemampuan anti-siluman yang efektif," unggah akun Facebook tersebut.


Penyebab Sistem Pertahanan Udara Venezuela Bikinan China Lumpuh Diserang Amerika

Dibalik penangkapan Presiden Nicolas Maduro, rupanya kelemahan sistem pertahanan udara Venezuela ikut menjadi sorotan.

Dilansir Timemoments.com dari Zona Militar edisi 4 Januari 2026, operasi militer AS Absolute Resolve di Venezuela mengungkap kelemahan struktural utama angkatan bersenjata Venezuela dengan rapuhnya sistem pertahanan udara bikinan Tiongkok.

Sistem perthanan udara bikinan China dianggap lemah ketika berhadapan dengan musuh yang unggul dalam peperangan elektronik, intelijen, dan kemampuan serangan presisi. 

"Selama durasi operasi yang singkat, aset AS berhasil menurunkan kinerja dan melumpuhkan sensor-sensor utama dalam jaringan perthanan, membuka jalan bagi penggunaan kemampuan udara-mobil eskpedisi dari Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160, yang dikenal sebagai Night Stalkers dan Detasemen Operasi Pasukan Khusus-Delta (1st SFOD-D)," jelas Zona Militar.

Dalam serangannya di Venezuela, AS berhasil mentralisisr pangkalan udara, barak militer dan titik-titik strategis di seluruh negeri sebelum menangkap Nicolas Maduro.

Sistem Radar Pemburu Pesawat Siluman Pasokan China Tak Mampu Membentengi Venezuela.

Berdasarkan penilaian operasi yang cepat dan menentukan, sensor-sensor ini dinonaktifkan selama fase awal melalui pengacauan elektronik intensif, sehingga sistem pertahanan udara terpadu kehilangan kemampuan peringatan dini.

Hal ini diperparah oleh pemadaman listrik yang meluas di sebagian besar wilayah Venezuela, yang bertujuan untuk melumpuhkan kemampuan komando dan kendali.

Padahal Venezuela memiliki jaringan radar yang dipasang oleh China Electronics Technology Group, termasuk sistem pengawasan tiga dimensi JYL-1 dan radar gelombang metrik JY-27, yang selama bertahun-tahun dipromosikan sebagai pemburu pesawat siluman.

Penonaktifan jaringan radar mencegah penggunaan sistem pertahanan udara jarak jauh secara efektif, termasuk kompleks S-300V dan Buk-M2 yang diperoleh dari Rusia untuk membangun pertahanan berlapis.

Secara paralel, serangan menembus beberapa sistem Buk-M2—setidaknya dua yang telah dikonfirmasi—benar-benar melumpuhkan kemampuan mereka untuk merespons.

Tanpa tautan data yang berfungsi dan tanpa kendali atas wilayah udara, unit pertahanan udara terputus dari komando pusat, memungkinkan pasukan AS untuk mencapai superioritas udara total dalam hitungan menit,” lapor Zona Militar.

Hilangnya kendali udara berdampak langsung pada pasukan darat Venezuela, khususnya mereka yang ditempatkan di dalam dan sekitar area operasi.

Dengan efek misi SEAD (Suppression of Enemy Air Defenses), netralisasi kemampuan komando dan kendali, dan ketidakmampuan untuk menyediakan payung pertahanan udara di atas instalasi militer, pengerahan helikopter MH-60M Black Hawk dan MH-47G Chinook, serta pesawat tiltrotor MV-22 Osprey, berhasil dilakukan. 

Situasi serupa juga mempengaruhi aset pendukung tembakan, unit lapis baja, dan elemen lainnya, yang tampaknya sebagian besar tetap statis dalam menghadapi operasi militer AS.

Dapat dinilai bahwa mereka kekurangan informasi target dan koordinasi yang efektif dalam lingkungan yang memenuhi peperangan elektronik.

Ketidakmampuan untuk mengintegrasikan sensor, tembakan, dan manuver secara waktu nyata membuat unit-unit ini tidak memiliki kapasitas untuk memberikan pengaruh yang berarti dalam memberikan respon pertahanan yang memadai.


***

Dewi Lusmawati
Dewi Lusmawati Dewi Lusmawati adalah jurnalis dan analis pertahanan yang berbasis di Indonesia. Ia telah menulis untuk berbagai publikasi sejak tahun 2017 di beberapa media online seperti Grid dan Gridhot yang termasuk dalam Kompas Gramedia Group of Magazine serta Zonajakarta.

Posting Komentar untuk "3 Radar Pemburu Pesawat Siluman Bikinan China Lumpuh Saat Venezuela Diserang Amerika"