Australia Curiga Rusia Terus Melobi Indonesia Agar Biak Dijadikan Pangkalan Pesawat Pembom Nuklir Tu-95
![]() |
| Kedatangan Tu-95 ke Biak Indonesia pada tahun 2017 (foto : mil.ru) |
Padahal pesawat itu ke sana tak melakukan latihan militer secara masif.
Mereka cuma menginap, mengisi bahan bakar lalu terbang kembali ke Rusia.
Beberapa tahun setelahnya Janes memberitakan Rusia meminta izin Indonesia untuk mendirikan pangkalan militer di Papua Barat.
Baca Juga : Indonesia Tumpuan Intelijen Rusia Menghadapi Pasukan Marinir AS di Darwin Australia
Hal inilah yang menjadi isu bagi Australia, adanya pangkalan militer Moskow di Biak mengkhawatirkannya.
Kabar ini hadir tak lama setelah Canberra mengumumkan pembangunan kapal selam nuklir dalam kesepakatan AUKUS.
Patut disayangkan karena pembangunan kapal selam nuklir itu tak dikomunikasikan secara resmi dari pemerintah Australia ke Indonesia.
Padahal keberadaan alutsista seperti itu merusak keseimbangan kawasan Asia Tenggara dan Indonesia paling terdampak.
Tupolev Tu-95 Bear
Terkadang negara NATO menjuluki Tupolev Tu-95 Bear si Beruang Tua.
Wajar saja karena pesawat pembom nuklir itu sudah beriperasi sejak tahun 1956.
Bayangkan saja saat AURI masih mengandalkan Tu-16 Badger yang masih terbilang canggih di tahun 1962, Uni Soviet sudah punya Bear.
Soviet total membuat 500 unit Tu-95 meski sekarang sudah banyak yang dipensiunkan.
Kenapa ia dibuat begitu banyak? alasannya untuk memperkuat Triad Nuklir Soviet karena bila perang pecah pesawat itu serempak menyerbu Eropa dan AS.
Kabar ini hadir tak lama setelah Canberra mengumumkan pembangunan kapal selam nuklir dalam kesepakatan AUKUS.
Patut disayangkan karena pembangunan kapal selam nuklir itu tak dikomunikasikan secara resmi dari pemerintah Australia ke Indonesia.
Padahal keberadaan alutsista seperti itu merusak keseimbangan kawasan Asia Tenggara dan Indonesia paling terdampak.
Tupolev Tu-95 Bear
Terkadang negara NATO menjuluki Tupolev Tu-95 Bear si Beruang Tua.
Wajar saja karena pesawat pembom nuklir itu sudah beriperasi sejak tahun 1956.
Bayangkan saja saat AURI masih mengandalkan Tu-16 Badger yang masih terbilang canggih di tahun 1962, Uni Soviet sudah punya Bear.
Soviet total membuat 500 unit Tu-95 meski sekarang sudah banyak yang dipensiunkan.
Kenapa ia dibuat begitu banyak? alasannya untuk memperkuat Triad Nuklir Soviet karena bila perang pecah pesawat itu serempak menyerbu Eropa dan AS.
Jadi, Tu-95 ialah lambang nuklir Rusia saat ini selain rudal balistik antar benua dan kapal selam nuklir.
Saat ini ada empat unit Tu-95 yang stand by di Eropa untuk menanggapi segala potensi konflik bersenjata yang mengarah ke Rusia.
NATO menanggapinya dengan pengerahan jet tempur karena bomber tersebut dituding kerap melewati batas wilayah udara negara lain.
"Selama beberapa minggu terakhir, sekutu NATO telah melaporkan peningkatan pelanggaran Rusia di wilayah udara mereka, serta pola penerbangan Rusia yang mencurigakan di wilayah internasional yang dekat dengan negara-negara Sekutu.
Sebagian besar insiden ini terjadi di wilayah Baltik," jelas zerofox.com pada 26 September 2025.
Kecurigaan Australia
Meski Pemerintah Indonesia sudah memberikan keterangan resmi bahwa tak akan ada pangkalan militer asing beroperasi di seluruh wilayah NKRI, Australia masih was-was.
Mereka curiga Rusia terus melobi Indonesia untuk membuka Biak menjadi pangkalan militer bagi Tu-95 dan alutsista lainnya.
![]() |
| Pasukan Marinir AS di Darwin terancam bila Tu-95 berpangkalan di Biak (foto : ADM) |
"Politisi dan pejabat Australia yang curiga terhadap Rusia kemungkinan besar yakin bahwa militer Rusia akan terus berupaya mencapai kesepakatan dengan Indonesia," jelas The Diplomat dalam artikelnya berjudul 'Are the Russians Eyeing West Papua for an Overseas Military Base?' pada 18 April 2025.
Bagi Canberra, ketiadaan ancaman dari wilayah Indonesia sudah merupakan kemenangan.
Namun adanya militer China atau Rusia dan paling buruk keduanya beroperasi melalui Indonesia, Kepulauan Solomon hingga Timor Leste.
Selain itu penempatan Tu-95 di Biak bakal menyita perhatian US Navy di Guam karena jaraknya cuma 2.500 km.***


Posting Komentar untuk "Australia Curiga Rusia Terus Melobi Indonesia Agar Biak Dijadikan Pangkalan Pesawat Pembom Nuklir Tu-95"