Rudal BrahMos Incaran Indonesia Dianggap Lebih Baik daripada Rudal Harpoon Amerika


TIMEMOMENTS.COM - Indonesia disebut telah melakukan negosiasi mengenai kesepakatan rudal BrahMos dengan India.

Menurut laporan Business Today, pada 27 November 2025, negosiasi tersebut kini telah memasuki tahap finalisasi aspek-aspek yang lebih rinci.

India dan Indonesia semakin dekat untuk menyelesaikan kesepakatan pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos, lapor ThePrint. 

Kedua belah pihak kini sedang membahas detail keuangan dan rencana akuisisi bertahap yang diusulkan Jakarta

Menurut laporan tersebut, penjualan BrahMos menonjol selama Dialog Menteri Pertahanan India-india ketiga antara Menteri Pertahanan Rajnath Singh dan mitranya dari Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin.

Dalam pertemuan tersebut, Singh juga memberikan Sjamsoeddin sebuah model rudal BrahMos. 

Sebelumnya pada hari yang sama, delegasi yang berkunjung mengunjungi fasilitas BrahMos, bertemu dengan para pejabat senior, dan menerima pengarahan terperinci tentang sistem rudal tersebut.

Negosiasi mengenai kesepakatan itu telah berlangsung lama tetapi sekarang telah memasuki tahap finalisasi aspek yang lebih rinci, kata laporan itu, mengutip sumber. 

Jika terlaksana, Indonesia akan menjadi negara kedua yang mengakuisisi sistem BrahMos setelah Filipina

Pada bulan September tahun ini, India Today melaporkan bahwa India sedang bersiap untuk mengirimkan pengiriman rudal BrahMos ketiga dan terakhir ke Filipina.

Filipina telah menyelesaikan perjanjian senilai 375 juta dollar AS yang ditandatangani pada tahun 2022. 

Pengiriman sebelumnya telah dilakukan pada tahun 2024 dan awal tahun ini.

Lebih Baik daripada Rudal Harpoon

Rudal BrahMos juga dianggap lebih baik daripada Rudal Harpoon AS, yang merupakan rudal antikapal subsonik berdaya ledak tinggi yang mampu terbang melintasi cakrawala. 

Rudal ini mengikuti targetnya dengan radar aktif dan meledak saat kontak. Muatan rudal seberat 224 kilogram ini dirancang untuk menghasilkan ledakan yang dahsyat.

Rudal fleksibel ini dapat diluncurkan dari berbagai kendaraan, termasuk truk, kapal selam, dan pesawat terbang

Harpoon telah melalui beberapa tahap pengembangan.

Model Harpoon operasional terbaru, Block 2, memiliki ketahanan yang ditingkatkan terhadap tindakan balasan dan penargetan yang lebih baik, di antara karakteristik penting lainnya.

Sebaliknya, BrahMos adalah salah satu dari sedikit rudal jelajah di dunia yang dapat melaju dengan kecepatan supersonik tinggi. 

Rudal ini sangat sulit dicegat karena kecepatannya. 

Harpoon adalah rudal subsonik, sementara kecepatan supersonik BrahMos merupakan salah satu keunggulan terpentingnya.

Keunggulan lain BrahMos dibandingkan rudal Harpoon adalah tanda radarnya yang rendah, sehingga lebih sulit dicegat. 

Meskipun rudal Harpoon Block II memiliki jangkauan maksimum 240 kilometer, BrahMos dapat mencapai target sejauh 290 kilometer. 

Lebih lanjut, BrahMos dapat membawa muatan 200-300 kilogram.

Sementara Harpoon dapat diluncurkan dari pesawat sayap tetap, kapal permukaan, dan kapal selam, rudal BrahMos dapat diluncurkan dari darat, kapal, kapal selam, dan pesawat sayap tetap. 

Baca Juga : Kesempatan Indonesia, Fincantieri Terlanjur Buat Tapi AS Batalkan Pesanan Fregat Constellation Class

***

Afif Khoirul M
Afif Khoirul M Saya merupakan penulis di website sejak 2017, sempat menulis di berbagai media seperti Intisari Online dan National Geographic dengan mengikuti berbagai isu terkini.

Posting Komentar untuk " Rudal BrahMos Incaran Indonesia Dianggap Lebih Baik daripada Rudal Harpoon Amerika"