Indonesia Tumpuan Intelijen Rusia Menghadapi Pasukan Marinir AS di Darwin Australia
![]() |
| Pesawat pembom nuklir Tu-95 Rusia saat di Lanud Manuhua, Biak, Indonesia (foto : mod.mil.rus) |
TIMEMOMENTS.COM - Untuk sekedar diketahui bahwa sampai saat ini ada sekitar 2.500 prajurit United States Marine Corps (USMC) bermarkas di Darwin, Australia.
Keberadaan Marinir AS di Darwin bagian dari program Marine Rotational Force yang bertugas sebagai pasukan garis depan bila pecah konflik bersenjata di Indo Pasifik.
Semua pasukan Marinir itu ditempatkan ke Barak Robertson dan pangkalan RAAF Darwin bersama pasukan AD Australia.
Penempatan ini tak lepas dari perjanjian Perdana Menteri (PM) Australia Julia Gillard dan Presiden AS Barack Obama pada 16 November 2011 tentang pertahanan bersama.
Baca Juga : Menlu Australia Jawab Isu Penempatan Pesawat Pembom Nuklir Tu-95 Bear Rusia di Papua Indonesia
Awalnya hanya ada 200 personel USMC tapi kini membengkak menjadi ribuan.
Mereka bisa dikerahkan kapan saja bahkan detik ini pun sudah siap jika harus dikirim ke medan perang.
Latihan Rutin
Keberadaan 2.500 personel USMC di Darwin bukan untuk liburan, tapi persiapan perang.
Secara kontinyu mereka berlatih melaksanakan pendaratan amfibi di pantai dekat Rockhampton, Australia Utara.
USMC dan pasukan Australia saling bahu membahu dalam latihan, mempererat interoperabilitas serta mempertajam naluri tempur.
Misalnya pada Talisman Sabre 25, Expeditionary Strike Group Seven (ESG-7) yang menjadi ujung tombak serangan USMC di Darwin mengikuti latihan ini.
Mereka bisa dikerahkan kapan saja bahkan detik ini pun sudah siap jika harus dikirim ke medan perang.
Latihan Rutin
Keberadaan 2.500 personel USMC di Darwin bukan untuk liburan, tapi persiapan perang.
Secara kontinyu mereka berlatih melaksanakan pendaratan amfibi di pantai dekat Rockhampton, Australia Utara.
USMC dan pasukan Australia saling bahu membahu dalam latihan, mempererat interoperabilitas serta mempertajam naluri tempur.
Misalnya pada Talisman Sabre 25, Expeditionary Strike Group Seven (ESG-7) yang menjadi ujung tombak serangan USMC di Darwin mengikuti latihan ini.
"Kami mempertahankan tempo operasional yang tinggi selama Latihan Talisman Sabre 25, yang dirancang untuk memberikan pelatihan intensif guna memastikan pasukan kami mampu, dapat dioperasikan secara interoperabel, dapat dikerahkan dalam waktu singkat, dan siap tempur," ujar komandan ESG-7 Laksamana Muda Tom Schultz.
Dalam latihan itu pengerahan tank amfibi AAV7A1 turut andil.
Kemudian adanya ESG-31 dari Okinawa ikut hadir dalam latihan ini membawa Amphibious Combat Vehicle (ACV) kendaraan serbu amfibi baru USMC.
Apa yang dilakukan di atas untuk persiapan taktik Rantai Pulau Pertama AS yang membentang dari Jepang, Taiwan, Filipina dan Indonesia guna melawan China.
Intelijen Rusia
Keberadaan pasukan AS di Australia dan Guam rupanya diperhatikan betul oleh Rusia.
Langkah drastis Moskow untuk menghadapi hal itu meminta izin Indonesia mendirikan pangkalan di Biak.
Untuk memperkuat permintaannya, mereka mengirimkan pesawat pembom Tupolev Tu-95 Bear berkunjung ke Lanud Manuhua, Biak untuk latihan bersama dengan militer Indonesia.
Permintaan Rusia membuka pangkalan di Biak buat Australia kebakaran jenggot.
Karena Biak dan Darwin cuma berjarak 1.300 km, sementara daya jelajah Tu-95 mencapai 15.000 km.
Sekali terbang ia bisa bolak balik dari Biak-Darwin tanpa pengisian bahan bakar di udara.
Selain itu Biak bisa jadi tumpuan dan simpul intelijen Rusia mengumpulkan data penting dari kekuatan tempur Sekutu di Guam dan Darwin.
"Papua Barat dapat menjadi simpul yang berguna bagi pengumpulan intelijen Rusia di Indo-Pasifik.
Pulau Biak berjarak sekitar 2.000 kilometer dari wilayah AS di Guam dan sekitar 2.500 kilometer dari Laut Cina Selatan, tempat China semakin agresif.
Pulau ini juga berbatasan dengan Papua Nugini, yang dianggap penting secara strategis oleh Australia, China dan AS , dan sekitar 1.300 kilometer dari Darwin, Australia, yang menjadi tempat penempatan pasukan rotasi Marinir AS," jelas The Diplomat dalam artikelnya berjudul 'Are the Russians Eyeing West Papua for an Overseas Military Base?' pada 18 April 2025.
Namun sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Indonesia tak mengizinkan Rusia maupun negara lain mendirikan pangkalan militer di seluruh wilayah NKRI.*
"Papua Barat dapat menjadi simpul yang berguna bagi pengumpulan intelijen Rusia di Indo-Pasifik.
Pulau Biak berjarak sekitar 2.000 kilometer dari wilayah AS di Guam dan sekitar 2.500 kilometer dari Laut Cina Selatan, tempat China semakin agresif.
Pulau ini juga berbatasan dengan Papua Nugini, yang dianggap penting secara strategis oleh Australia, China dan AS , dan sekitar 1.300 kilometer dari Darwin, Australia, yang menjadi tempat penempatan pasukan rotasi Marinir AS," jelas The Diplomat dalam artikelnya berjudul 'Are the Russians Eyeing West Papua for an Overseas Military Base?' pada 18 April 2025.
Namun sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Indonesia tak mengizinkan Rusia maupun negara lain mendirikan pangkalan militer di seluruh wilayah NKRI.*


Posting Komentar untuk "Indonesia Tumpuan Intelijen Rusia Menghadapi Pasukan Marinir AS di Darwin Australia"