Indonesia Disarankan Untuk Memilik Membeli Senjata dari China Ketimbang dari Amerika


TIMEMOMENTS.COM -
Indonesia disebut tengah mempertimbangkan pembelian senjata dari China.

Menurut keterangan, salah satunya yang menjadi pembicaraan adalah jet tempur J-10 dari China.

Menurut keterangan, Military China, pada 19 Oktober 2025, mengatakan bahwa,Kementerian Keuangan Indonesia mengungkapkan bahwa mereka telah menyetujui anggaran pertahanan setidaknya $9 miliar.

Berita ini menunjukkan bahwa kemampuan tempur dan daya saing pesawat militer ekspor Tiongkok telah mendapatkan pengakuan luas setelah konflik udara India-Pakistan pada 7 Mei.

Sehingga cukup untuk mengimbangi kekuatan udara negara-negara tetangga Indonesia

Bersamaan dengan itu, hal ini juga menandai babak baru dalam kerja sama teknologi dan politik antara Tiongkok dan Indonesia.

Kabar mengenai rencana Indonesia untuk membeli 42 jet tempur J-10 telah beredar sejak lama. 

Berbicara kepada wartawan di sebuah acara di Jakarta, Menhan Sjafries mengatakan, "(Jet-jet tempur J-10) akan segera terbang di atas Jakarta." 

Namun, ia tidak memberikan detail lebih lanjut. Menteri Keuangan Indonesia yang baru diangkat, Purbaya, yang mulai menjabat pada bulan September, juga mengonfirmasi bahwa kementerian telah menyetujui anggaran untuk pembelian jet tempur tersebut dari Tiongkok. 

Ia menyatakan bahwa Kementerian Pertahanan memiliki dana yang cukup besar, setidaknya $9 miliar, dan kebutuhan pengadaan telah terpenuhi.

Saat ini, jet tempur Angkatan Udara Indonesia sebagian besar bersumber dari Amerika Serikat dan Rusia

Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia terus memajukan modernisasi militernya dalam beberapa tahun terakhir, setelah menyelesaikan kontrak pengadaan jet tempur baru dengan negara-negara seperti Prancis dan Turki, serta mengembangkan jet tempur baru bersama Korea Selatan.

Pengadaan jet tempur J-10 ini menandai transaksi pembelian jet tempur non-Barat pertama Indonesia, yang diyakini media asing menandakan pendalaman hubungan bilateral yang signifikan.

Disarankan membeli senjata buatan China

Menurut keterangan,Farhan Bokhari, seorang jurnalis yang pernah menjadi koresponden Financial Times di Pakistan selama 34 tahun, berkomentar tentang keraguan Indonesia yang tampak jelas.

Pada tanggal 14 November, Bohari menulis komentar di Nikkei Asia, yang menunjukkan bahwa Pakistan telah menunjukkan kepada Indonesia nilai pembelian senjata dari Tiongkok.

Senjata buatan Tiongkok tidak hanya memiliki harga yang wajar dan kualitas yang terjamin.

Tetapi yang lebih penting, Tiongkok tidak memberikan "tekanan politik" kepada negara pembeli selama penjualan senjata seperti yang dilakukan Amerika Serikat.

Ia kemudian menceritakan pelajaran menyakitkan yang sebelumnya dipelajari Pakistan dari Amerika Serikat. 

Selama beberapa dekade, ketika AS mencoba menjatuhkan sanksi kepada Pakistan, AS secara sembrono melanggar kontrak penjualan senjata, bahkan ketika kedua negara telah menandatanganinya.

Sebaliknya, ketika AS membutuhkan bantuan Pakistan, AS akan menggunakan penjualan senjata sebagai daya ungkit untuk mendekati Pakistan.

Inilah sebabnya Pakistan menyadari ketidakstabilan Amerika Serikat dan mulai mencari bantuan Tiongkok dalam memproduksi peralatan militer modern, termasuk jet tempur. 

Lebih dari satu dekade kemudian, jet tempur JF-17 Thunder, yang dikembangkan bersama oleh Pakistan dan Tiongkok, tidak hanya mandiri tetapi bahkan dapat diekspor.

Baca Juga : China Sudah Prediksi Niat Tersembunyi Jepang Ingin Transfer Kapal Perusaknya ke Indonesia demi Dapatkan Pengaruh di Asia Tenggara

***

Afif Khoirul M
Afif Khoirul M Saya merupakan penulis di website sejak 2017, sempat menulis di berbagai media seperti Intisari Online dan National Geographic dengan mengikuti berbagai isu terkini.

Posting Komentar untuk " Indonesia Disarankan Untuk Memilik Membeli Senjata dari China Ketimbang dari Amerika"