Sistemnya Usang, Bung Tomo Class Jalani Modernisasi Guna Pertahankan Kesiapan Tempur

TIMEMOMENTS.COM - Salah satu Korvet andalan angkatan laut Indonesia, Bung Tomo class keberadaannya sangat penting.

Korvet itu kerap dikerahkan ke Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Natuna Utara yang kerap disatroni kapal coast guard asing.

Dengan kapabilitasnya, Bung Tomo class mampu menanggulangi kontijensi yang ada di sana.

Kelengkapan kapal perang ini cukup komplit misalnya ada sensor Radamec Series 2500 untuk mengarahkan dan mengoperasikan persenjataan.

Baca Juga : Interoperabilitas Operasi Tempur Gabungan Militer Indonesia Gempur Musuh dari Laut dan Udara

Lalu BAE Systems Insyte guna mendeteksi sasaran di udara dan permukaan laut.

Lini sonar tak ketinggalan, ada Thales Underwater Systems TMS 4130C1 untuk memburu kapal selam.

Persenjataan juga sangat komplit, ada VLS Mica, MBDA MM40 Exocet Block II dan torpedo 324 mm.

Konfigurasi di atas cukup untuk menjalankan misi apa pun.

Dipercaya PBB

Kemampuan Bung Tomo class membuatnya dipercaya Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menjalankan misi perdamaian di Lebanon.

Pada Maritime Task Force (MTF) UNIFIL tahun 2017, KRI Bung Tomo diapresiasi partisipasinya dalam misi perdamaian tersebut.


Kerap korvet TNI AL ini diikutkan dalam patroli di laut Mediterania menjaga stabilitas perairan di sana.

"KRI Bung Tomo 357 adalah salah satu Kapal MTF yang bisa diandalkan baik dari segi kesiapan kapalnya maupun kemampuan Prajuritnya.

Saya berterima kasih bahwa dalam beberapa kesempatan dimana ada perubahan situasi di medan operasi, KRI Bung Tomo selalu hadir sebagai bagian dari solusi," ujar MTF Commander Rear Admiral Claudio Henrique Mello de Almeida dikutip dari Puspen TNI pada Jumat 24 Februari 2017.

Menjadi andalan di PBB dan TNI AL, pastinya peran 357 sangat strategis.

Modernisasi Bung Tomo Class

Saat ini PT Len Industri (Persero) dan Nevesbu segera memodernisasi KRI Bung Tomo dan KRI John Lie.

Keduanya menjadi integrator sistem platform ke kedua kapal perang itu.

Supaya kemampuan tempur selalu terjaga di titik tertinggi.

"Karena sistem misinya sudah usang, fregat akan menjalani modernisasi menyeluruh di semua sistem misinya.

Komponen yang akan dimodernisasi ditandai warna hijau (foto : Nevesbu)

Hal ini akan memastikan terpasangnya perkembangan terbaru dalam manajemen tempur dan sensor untuk memenuhi profil misi kapal dengan kinerja optimal di laut dan memperpanjang masa pakainya secara signifikan," jelas nevesbu.com pada 25 November 2025.

Sebab korvet atau Light Fregat ini sudah berumur 20 tahun sejak jadi namun tak jadi dioperasikan oleh AL Brunei Darussalam sebelum akhirnya dibeli Indonesia.

Selama di Indonesia ia baru bertugas rata-rata enam tahun.

Nantinya Nevesbu bertanggung jawab atas semua rekayasa dan mengintegrasikan sistem canggih ke Bung Tomo class.

Sebuah langkah tepat dimana angkatan laut Indonesia membutuhkan kesiapsiagaan tinggi dari jajaran armada perangnya.*
Seto Ajinugroho
Seto Ajinugroho adalah seorang Wartawan yang berkecimpung di dunia Jurnalisme terutama menggeluti tentang informasi perkembangan teknologi pertahanan nasional dan internasional

Posting Komentar untuk "Sistemnya Usang, Bung Tomo Class Jalani Modernisasi Guna Pertahankan Kesiapan Tempur"